Waspadai Penyakit Lupus


Ternyata ada penyakit lebih berbahaya lagi selain kanker yakni penyakit lupus. Mungkin anda bertanya-tanya seperti apa penyakit lupus itu? Menurut istilah dalam bahasa latin lupus berarti "Anjing Hutan". Merupakan penyakit kelainan pada kulit, dimana disekitar pipi dan hidung akan terlihat kemerah-merahan. Panas dan rasa lelah berkepanjangan, kemudian dibagian bawah wajah dan lengan terlihat bercak-bercak merah. Tidak hanya itu, penyakit ini dapat menyerang seluruh organ tubuh lainnya.



Penyakit ini biasa dikenal dengan nama Lupus Eritomatosus Sistemik (LES) atau Lupus. Dimana Eritomatosus sendiri bermakna kemerahan dan Sistemik artinya menyebar luas keberbagai organ tubuh. Gejala-gejala penyakit ini pada umumnya adalah sebagai berikut:
1.     Terjadinya gangguan pencernaan, dan kulit akan mudah gosong apabila terkena sinar matahari.
2.    Badan akan terasa lemah, demam, pegal-pegal. Gejala ini didapat pada masa aktif dan pada saat masa nonaktif akan menghilang.
3.      Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
4.      Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit Lupus ini.
5.      Rambut mengalami kerontokan.


Penyakit lupus ini dapat menyerang siapa saja dan para peneliti masih menindak lanjuti penyebab penyakit ini. Menurut perkiraan para ilmuwan bahwa hormon wanita (hormon estrogen) mungkin ada hubungannya dengan penyebab penyakit lupus karena dari fakta yang ada diketahui bahwa 9 dari 10 orang penderita penyakit lupus adalah wanita. Yang memicu penyakit lupus adalah lingkungan, stress, obat-obatan tertentu, infeksi, dan paparan sinar matahari.



Penyakit lupus sendiri terdiri beberapa jenis, yakni:
1.      Drug Induced Lupus (DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang. 
2.      Cutaneus Lupus : Seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit.
3.      Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf.

Kini penyakit lupus sudah menyerang hampir melebihi 5 juta orang penderita. Maka sudah sepatutnya kita harus mewaspadai penyakit lupus ini.

What is Biodiversity?


The word 'biodiversity' is a contraction of biological diversity. Diversity is a concept which refers to the range of variation or differences among some set of entities; biological diversity thus refers to variety within the living world. The term 'biodiversity' is indeed commonly used to describe the number, variety and variability of living organisms. This very broad usage, embracing many different parameters, is essentially a synonym of 'Life on Earth'.
Management requires measurement, and measures of diversity only become possible when a quantitative value can be ascribed to them and these values can be compared. It is thus necessary to try and disentangle some of the separate elements of which biodiversity is composed.
It has become a widespread practice to define biodiversity in terms of genes, species and ecosystems, corresponding to three fundamental and hierarchically-related levels of biological organisation.


Genetic diversity
This represents the heritable variation within and between populations of organisms. Ultimately, this resides in variations in the sequence of the four base-pairs which, as components of nucleic acids, constitute the genetic code.
Species diversity
Perhaps because the living world is most widely considered in terms of species, biodiversity is very commonly used as a synonym of species diversity, in particular of 'species richness', which is the number of species in a site or habitat. Discussion of global biodiversity is typically presented in terms of global numbers of species in different taxonomic groups. An estimated 1.8 million species have been described to date; estimates for the total number of species existing on earth at present vary from 5 milliion to nearly 100 million. A conservative working estimate suggests there might be around 12.5 million. In terms of species numbers alone, life on earth appears to consist essentially of insects and microorganisms.
Ecosystem diversity
The quantitative assessment of diversity at the ecosystem, habitat or community level remains problematic. Whilst it is possible to define what is in principle meant by genetic and species diversity, and to produce various measures thereof, there is no unique definition and classification of ecosystems at the global level, and it is thus difficult in practice to assess ecosystem diversity other than on a local or regional basis and then only largely in terms of vegetation. Ecosystems further differ from genes and species in that they explicitly include abiotic components, being partly determined by soil parent material and climate.

 These include:
ü  The unsustainable harvesting of natural resources, including plants, animals and marine species.
ü  The loss, degradation or fragmentation of ecosystems through land conversion for agriculture, forest clearing etc.
ü  Invasive non-native or 'alien' species being introduced to ecosystems to which they are not adapted i.e. where they have no, or not enough, predators, to maintain an ecological balance. 
ü  Pollution
ü  Climate change


The first two have taken place throughout human history, although not on the current scale. The introduction of invasive species is certainly facilitated, if not caused, by the level of international transport and traffic of goods of our trade system. The latter two are definitely products of an industrial age.




Fakta-fakta Unik tentang Jamur


1. Jamur yang Bisa Menyala dalam Gelap
Orang yang tidak tahu mungkin awalnya bakal mengira ini seperti hantu. Jamur tertentu, yang tentu saja hidup di tempat-tempat yang lembab, dapat berpendar dalam kegelapan.Beberapa jenis jamur yang tumbuh di hutan tropis Taman Wisata Nasional Lembah Ribeira, dekat Sao Pulo, Brazil memendarkan cahaya saat sekitarnya gelap. Jamur-jamur tersebut memiliki kemampuan bioluminescent karena reaksi kimia di tubuhnya menghasilkan cahaya berwarna hijau.
Jamur-jamur yang ditemukan di Brazil itu termasuk dalam genus Mycena. Di seluruh dunia terdapat sekitar 500 jenis jamur yang masuk ke dalam genus ini, tapi hanya 33 persen yang memiliki kemampuan bioluminescent.
Ada lebih dari 10 jenis jamur bioluminescent yang baru ditemukan di Brazil sejak 2002, empat di antaranya merupakan spesies yang belum diketahui sebelumnya. Temuan ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Cassius Stevani, profesor kimia dari Universitas Sao Paulo, Dennis Desjardin, profesor ilmu jamur dari Universitas Negeri San Fransisco California, dan Marina Capelari dari Institut Botani Brazil.








“ Penemuan ini telah menambah jumlah jamur berpendar, yang diketahui sejak 1970-an, menjadi 30 persen lebih banyak,” ujar Stevani


2. Jamur Ophiocordyceps Unilateralis Jadikan Semut Seperti Zombie
Ilmuwan menemukan salah satu jenis jamur yang kemungkinan telah menginvasi tubuh semut kayu (Camponotus leonardi) dan mengontrol perilaku mereka selama 48 juta tahun terakhir.Sebuah jamur parasit bernama Ophiocordyceps unilateralis telah terbukti secara sengaja menginfeksi semut-semut karena semut-semut itu bertempat tinggal di tanaman dan pepohonan yang ingin dimanfaatkan juga oleh jamur.



Setelah jamur menginvasi tubuh semut, ia kemudian menginstruksikan serangga itu untuk menggigit bagian bawah daun, tepat di pembuluhnya. Kemudian, saat semut berada di lokasi yang optimal, jamur kemudian tumbuh pesat di seluruh tubuh semut.Akhirnya jamur membunuh semut ‘zombie’ yang perilakunya sudah dikontrol itu sambil bersiap-siap menyebarkan spora baru.
“Saat semut berada di bawah kontrol jamur, semut meninggalkan tanda yang jelas yang disebut ‘gigitan kematian’ di daun-daun,” kata David Hughes, peneliti dari Harvard University, seperti dikutip dari Unexplained-Mysteries.
Semut yang dikontrol, kata Hughes, menggigit tepat di pembuluh tanaman dalam upaya mencari titik optimal bagi pertumbuhan jamur.Dari penelitian, Hughes menemukan bahwa gigitan tersebut sama persis dengan temuan fosil daun yang sudah berusia 48 juta tahun. Temuan ini membuatnya yakin bahwa jamur telah melakukan praktek pembuatan semut ‘zombie’ jauh sebelum manusia muncul di Bumi.
“Kami yakin bahwa jamur yang mengontrol pikiran semut saat semut itu membuat tanda gigitan di daun,” kata Hughes. “Pasalnya, bukanlah hal yang normal bagi semut untuk menggigit daun tepat di pembuluhnya karena tindakan itu tidak ada nilai nutrisinya bagi mereka,” ucapnya.
Bahkan, Hughes menyebutkan, bagi semut, menggigit tepat di pembuluh tanaman spesies tertentu justru sangat berbahaya karena beracun.


3. Bentuk Bentuk Jamur yang Unik
Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung, terdiri dari bagian yang tegak (batang) dan bagian yang mendatar atau membulat.











































Secara teknis biologis, tubuh buah ini disebut basidium. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa dianggap berkhasiat obat, dan beberapa yang lain beracun. Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi, tubuh buah, dan bagian jaring-jaring di bawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas hifa. Jamur adalah sebutan lain untuk kapang. Makna ini misalnya dapat disimak dari ungkapan " Rotinya sudah berjamur' yang maksudnya adalah "rotinya telah ditumbuhi kapang". 



4. Fakta Sebenarnya tentang Jamur


Jamur merupakan makanan yang cukup mudah untuk dikombinasikan dalam setiap masakan. Sup jamur Campbell adalah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia setelah sup tomat. Sedangkan pizza dan topping jamur menduduki peringkat kedua setelah Peperoni Pizza! Tapi tahukah Anda fakta sebenarnya tentang jamur:
  1. Jamur terdiri dari 90 persen air
  2. Bangsa Prancis telah mengembangbiakkan spesies jamur agaricus selama 200 tahun, sedangkan bangsa Jepang menanam shiitake selama 2000 tahun lamanya.
  3. Jumlah varietas jamur yang sudah dikembangbiakkan di dunia ini adalah sebanyak 2500 jenis.
  4. Terdapat sebanyak 16 juta spora di dalam setiap jamurnya
  5. Jamur-jamur di Finlandia diduga masih mengandung residu berbahaya Caesium-137 sisa tragedi Chemobyl di tahun 1986
  6. Penasaran berapa harga jamur termahal di dunia? Seorang pembeli anonim di Hong Kong rela merogoh kocek sebesar USD 112.000 (Rp 1 miliar) untuk mendapatkan 2,5 pon white truffle. 
  7. Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa berfotosintesis untuk membuat makanan. Kebanyakan jamur hidup sebagai parasit atau saprofit dengan memakan makhluk yang telah mati menggunakan akarnya sebagai alat hisap. Dan ini juga salah satu hal yang membedakan jamur dengan tanaman.
  8. Ada lebih 60 jenis jamur yang bisa memperlihatkan fenomena bioluminescience, yaitu fenomena pemancaran cahaya oleh tubuh jamur tersebut.
  9. Ada dua jenis jamur secara umum yaitu jamur mikroskopis dan jamur makroskopis.
    >>Jamur mikroskopis merupakan jamur yang sangat kecil dan biasanya berbentuk seperti benang-benang atau biasa disebut hifa dengan diameter 2-10 mikrometer. Struktur jahitan dari hifa ini disebut miselium.
    >>Jamur makroskopis adalah jamur yang relatif besar dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Contoh : Jamur yang biasa kalian makan.
  10. Jamur merupakan organisme terbesar di dunia. Salah satu diantaranya Armillaria ostoyae di Oregon yang memiliki luas hingga 8,9 km2 di bawah tanah dengan umur lebih dari 24 abad. Diperkirakan beratnya 600 ton.
Tapi yang musti diingat, mushroom dan truffle adalah dua hal yang berbeda. Maka dari itu, jamur matsusake masih memegang rekor termahal di dunia (mencapai USD 2000 per kilogramnya). 

5. Manfaat Jamur bagi Kesehatan
Walaupun tidak memiliki warna yang menarik, tapi si mungil ini mampu memberikan reputasi yang memukau di depan mata para ahli diet. Para peneliti dari Tuft University menemukan jamur ternyata dapat menangkis segala virus dan kanker pada tikus, dengan meningkatkan aktivitas sel pembunuh dalam sistem kekebalan tubuhnya.
Peneliti menemukan senyawa bioaktif dalam jamur diduga punya peran sebagai antioksidan yang siap membunuh penyakit akibat radikal bebas. Beberapa jenis jamur yang diuji telah membuktikan hal ini. Contohnya, jamur tiran reishi dan shiitake yang mampu menekan laju kanker dan mematikannya.
Seperti dirilis RodaleNews, penelitian lanjutan terhadap jamur ini perlu dilakukan untuk melihat kombinasi terbaik dan komposisi yang tepat dalam melawan penyakit. Karena, pada ekstrak jamur yang diresepkan selama ini, menunjukkan perkembangan yang baik dari pasien yang mengonsumsinya.
Sebuah uji yang dilakukan pada obat yang berisi ekstrak berbagai senyawa jamur menunjukkan, terjadi penghentian penyebaran sel kanker payudara dan sel kanker prostat.
Sementara itu, kandungan AHCC (active hexose correlated compound) yang berasal dari jamur shiitake bisa dipakai untuk mengurangi efek samping kemoterapi. Selain itu, senyawa ini bermanfaat pula untuk mengusir virus flu. Dengan demikian, jamur berpeluang besar menjadi obat herbal yang bisa dipertanggungjawabkan.

REFERENSI
1. http://www.beritaunik.net/unik-aneh/jamur-yang-bisa-menyala-dalam-gelap.html
2.http://www.beritaunik.net/unik-aneh/jamur-ophiocordyceps-unilateralis-jadikan-semut-seperti-zombie.html
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Fungi
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur
5. http://www.whooila.com/2010/10/beragam-bentuk-jamur-unik-yang-jarang.html
6. http://food.ghiboo.com/fakta-seputar-jamur




Pengaruh Kualitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Pohon


Respon Terhadap Radiasi Ultraviolet
Cahaya dengan keadaan kualitas yang berbeda-beda ditemukan dalam dua keadaan tresterial utama dibumi ini yaitu dibawak kanopi daun dan didaerah altitude tinggi dimana terjadi radiasi dengan penambahan jumlah sinar ultraviolet (UV). Di daerah yang altitudenya lebih rendah UV secara nyata disaring oleh atmosfer terutama oleh oksigen dan ozon. Tetapi perbedaan UV ditempat tinggi dan yang rendah, secara relative kecil, walau UV secara biologis merupakan bentuk radiasi yang mempunyai bentuk yang ekstrim, hanya sedikit pengaruh UV pada tanaman didaerah dataran tinggi. Caidwell (1996) menemukan peningkatan sebesar 26 % radiasi matahari langsung pada pita 280-315 nm pada ketinggian 4450 m bila dibandingkan dengan ketinggian 1670 m, tetapi hal ini  sebagian besar diimbangi oleh suatu penurunan dalam radiasi UV.
Dari gambar diatas dapat kita lihat perbedaan yang mencolok dari radiasi sinar matahari pada hari yang tidak berawan antara daerah ekuator (yang memiliki iklim tropis) dan daerah lintang 200U, 400U, 600U (yaitu merupakan daerah temperat)

Pengaruh Terhadap Fotosintesis
Pola dari pucuk tanaman diarahkan untuk menuju efisiensi dalam fotosintesis struktur dari mesosfil kurang dan organ stomata memungkinkan perubahan gas secara cepat, bahkan adanya fakta bahwa fotosintesis memanfaatkan sebagian besar radiasi panjang gelombang yang terlihat sangat nyata, karena panjang gelombang ini adalah wilayah spektrum dengan nilai energi yang paling besar disamping adaptasi diatas, sebenarnya hanya sedikit energi matahari dimanfaatkan dalam proses fotosintesis (0,025%).
Kebanyakan daun telah menjadi jenuh cahaya dan hanya 20% dari cahaya matahari penuh yang dapat diserap. Dari jumlah ini hanya 20% yang disimpan dalam molekul gula yang dihasilkan. Sejumlah cahaya yang dibutuhkan untuk fotosintesis, agar dapat seimbang dengan menggunakan ikatan karbon yang digunakan untuk respirasi. Dalam hal ini prosentase dari cahaya penuh, titik kopensasiuntuk permudaan tanaman biasanya berada antara 2 dan 30%.
Cahaya dapat menembus daun dengan 4 cara
  1. Irradiasi langsung yang tidak terhalang yang diberikan oleh noda-noda matahari. Noda matahari ini mempunyai sifat berirradiasi langsung kecuali bila terjadi pengaruh bayangan. (Anderson dan miller 1974). Cahaya matahari langsung nampak menjadi berkurang nilainya pada sebagian besar di bawah kanopi.
  2. Radiasi difusi yang tak terhalang merupakan cahaya langit difusi yang mengiringi noda matahari.
  3. Refleksi daun-daun tidak hanya meneruskan cahaya, tetapi sama dengan permukaan biologis lainnya, memantulkan sebagian tertentu. Jumlah yang dipantulkan akan tergantung pada beberapa parameter cahaya yang dipantulkan. Juga diubah spektrumnya dengan cara yang sama seperti cahaya yang diteruskan.
  4. Transmisi derajat penaungan lebih tergantung jumlah cahaya yang diabsorbsi dan yang dipantulkan oleh daun.
Dari keempat cara tersebut diatas sudah jelas akan mempengaruhi terhadap proses fotosintesis karena kualitas, intensitas dan fotoperiode cahaya untuk proses fotosintesa terjadinya pada daun.

Pengaruh Terhadap Perkecambahan
Jumlah cahaya yang dibutuhkan untuk merangsang perkecambahan sangat nyata untuk tanaman bluegrass, namun untuk tanaman tembakau, cahaya selama 0,01 detik sudah mampu mendorong perkecambahannya, ketika biji ditanam tidak boleh sepenuhnya tertutup tanah karena biji-bijian dari banyak spesies tidak akan berkecambah pada keadaan gelap itu memerlukan rangsangan cahaya. Beberapa peneliti memperlihatkan bahwa biji yang peka terhadap cahaya tidak akan berkecambah dibawah kanopi daun (Black, 1969; Stoutjesdijk, 1972, King 1975) Diduga karena peningkatan derajat FR. Gorski (1975) menemukan hambatan perkecambahan pada semua dari tujuh spesies dengan biji-biji yang dirangsang cahaya. Karena itu, kelihatannya perkecambahan yang dikendalikan oleh cahaya merupakan satu adaptasi tanaman yang tidak toleran terhadap penaungan. Namun berdasarkan penemuan hasil penelitian, bahwa pada biji yang telah direndam dan diberikan perlakuan cahaya yang cukup kemudian dikeringkan kembali, maka rangsangan cahaya masih bertahan sehingga perkecambahan tetap terjadi meskipun biji sepenuhnya tertutup tanah.
Biji beberapa spesies liar bahkan terhambat perkecambahannya dalam keadaan terang, dikarenakan cahaya biru terutama diakibatkan oleh adanya cahaya merah-jauh  (FR). Gelombang merah jauh dari sinar matahari merupakan panjang gelombang yang paling menghambat perkembangan dan pertumbuhan biji sampai pada taraf yang lebih rendah. Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman.

Pengaruh Terhadap Pertumbuhan Vegetatif
Pertumbuhan vegetatif diawali dalam meristem kuncup ujung, literal dan didalam meristem interkalar daun muda dan ruas sampai kepada pertumbuhan bunga dan kembali menjadi biji. Pertumbuhan dari interkalar, biasanya terbatas pada jumlah tertentu sel-sel aktif dan kebutuhan hormon yang dipasok pada sumber yang lain (Kuncup dan daun muda). Tanaman akan menjadi kerdil apabila tanaman didalam meristem interkalar kekurangan hormon pertumbuhan, terutama kekurangan gas maupun sinar cahaya infra merah jauh (730 nm). Kualitas cahaya mempunyai pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman, terutama dengan adanya cahaya merah (660nm) dan merah jauh (739nm), pertumbuhan meristematik interkalar pada tanaman rumput-rumputan terjadi dengan cara pemanjangan batang muda dan terlindung dari sinar atau cahaya, dari radiasi merah jauh. Panjang gelombang cahaya tidak semua digunakan dan mempengaruhi terhadap pertumbuhan vegetatif dari suatu tanaman hal ini akan sangat tergantung kepada kemampuan dan kebutuhan tanaman dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Transport Sel


Sistem Transpor Membran
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.



Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti sebelum dan karyon yang artinya kernel atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.




Sedangkan sel eukariotik, eu berarti sebenarnyadan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.



Perbedaan Sel Eukariot dan Prokariot
1.      Eukariot mempunyai real nucleus krn materi inti dilingkupi oleh membran inti, sedang prokariot tidak mempunyai inti yang sebenarnya, materi inti tersebar dlm sitoplasma krn tdk mempunyai membran inti.
2.      Eukariot memiliki DNA yang lebih kompleks, lebih banyak mengandung pasangan basa nukleotida, sehingga harus digulung pada protein histon (ada histonnya), sedang Prokariot memiliki DNA yang lebih sederhana, lebih sedikit mengandung pasangan basa nukleotida, berbentuk sirkuler.
3.      Eukariot memiliki kromosom > 1, sedang Prokariot hanya memiliki kromosom tunggal.
4.      Eukariot memiliki intron dan ekson, sedang Prokariot tidak memiliki intron, hanya ekson.
5.      Eukariot tidak memiliki operon, prokariot ada operon.
6.      Pada Eukariot transkripsi terjadi di inti dan translasi terjadi di sitoplasma. Keduanya tidak dapat dilakukan secara bersamaan, sedang pada Prokariot transkripsi dan translasi dapat terjadi secara simultan.
7.      Pada Eukariot transkripsi lebih rumit dikarenakan akses RNA polymerase terhadap DNA lebih lamah akibat DNA dikemas secara kompak dengan protein histon, sedang pada Prokariot transkripsi terjadi lebih sederhana.
8.      Pada Eukariot regulasi sintesis proteinnya lebih kompleks, sedang pada Prokariot regulasi sintesis protein lebih sederhana.



Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusiosmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.

Difusi
Adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.

Osmosis
Adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.

Transport Lintas Membran
Proses transport melalui membran terjadi melalui 2 mekanisme, yaitu transport aktif dan transport pasif. Transport pasif terjadi tanpa memerlukan energi sedangkan transport aktif memerlukan energi.
Yang termasuk transport pasif adalah :
a. difusi sederhana,
b. transport dengan fasilitas,
c. transport lewat ion channel.

Difusi Terfasilitas
Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax). Suatu bahan yang akan ditransport lewat cara ini akan terikat lebih dahulu dengan carrier protein yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan transport bahan maakin meningkat tanpa batas.

Transport­ Ion­­ Channel
Transport lewat ion channel khusus bagi ion-ion yang sulit ditransport secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membran sel dan melalui ikatan channel dengan hormon atau neurotransmitter.



Transpor Aktif
Merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore
Transport aktif terbagi atas transport aktif primer dan sekunder. Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange).
Transport aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 K akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah.



Transport Sekunder Co-Transport
Pada transport sekunder co-transport , glukosa atau asam amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara transport aktif sekunder co-transport

Transport Sekunder Counter-Transport
Pada proses counter transport/exchange, masuknya ion Na ke dalam sel akan menyebabkan bahan lain ditransport keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca yang ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar Ca intrasel, khususnya pada otot jantung sehingga berperan pada kontraktiitas jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion Na dan Hidrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel.